Menyewa Fashion: Ekonomi Berbagi (Sharing Economy)

Bayangkan kepraktisan Uber, tetapi untuk Fashion. Imagine the convenience of Uber, but for fashion. Dari transportasi mobil samapai baju gaun cocktail, makin banyak orang memilih kepraktisan dan nilai dari konsumsi tanpa komitmen, dan fashion saat ini menjadi tren “rentable/ sharing”yang terbaru.

“Sewa Fashion”menjadi bertambah popular untuk konsumen yang menginginkan akses instan ke luxury, tanpa harus membayar harga yang mahal. Dengan marketplace yang menawarkan jasa-jasa peer-to-peer (pribadi ke pribadi), ekonomi berbagi bukanlah hal yang baru, tetapi saat ini sedang menuju ke sector pakaian.

Untuk pemilik fashion, ekonomi berbagi ini dapat membuat kepemilikan fashion menghasilkan pendapatan, dengan membuat fashion tersebut berguna bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang lain. Konsumen dapat membayar untuk menggunakan fashion untuk waktu yang singkat, dengan harga hanya sebagian kecil dari harga beli, dan dengan pilihan yang jauh lebih banyak.

Apa model ekonomi berbagi ini dapat bekerja di industri pakaian? Menurut laporan dari Future Market Insights, Amerika mendominasi dari pendapatan sewa baju online dengan nilai diperkirakan mencapai 1,952 milyar dolar pada akhir 2026. Kesuksesan dari model sewa baju online tidak mengherankan karena golongan millennials ingin mengikuti perkembangan fashion, tetapi dengan biaya yang murah.

Satu perusahaan yang telah meng-adopsi strategi sewa fashion Rent the Runway telah mempunyai lebih dari 6 juta anggota dan inventori lebih dari 200,000 baju, perhiasan dan aksesoris. Pelanggan dapat memilih berdasarkan acara, ukuran, dan membaca review sebelum memilih untuk menyewa.


Newer Post